Batu Bara RI Bisa Naik ke US$140/Ton Gegara El Niño Ganggu Ekspor
Azura Yumna Ramadani Purnama
03 September 2026 11:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Sejumlah pakar industri mineral dan batu bara (minerba) memprediksi gangguan ekspor di Kalimantan akibat fenomena El Niño berpotensi mengkerek harga batu bara Indonesia.
Terlebih, terdapat pula kebijakan pemangkasan produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.
Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo mencatat harga batu bara bergerak dalam tren yang positif, setelah pemerintah mengumumkan kuota produksi batu bara dalam RKAB 2026 dipangkas menjadi sekitar 600 juta ton.
Dengan begitu, gangguan ekspor yang terjadi berpotensi mengkerek harga ‘emas hitam’ tersebut. Singgih memproyeksi kenaikannya akan terbatas; tertinggi dapat mencapai US$140 dolar per ton.
“Jika mengganggu draf kedalaman sungai, tentu ukuran barge [tongkang] menjadi lebih kecil. Pengaruh ke output transhipment atau penjualan langsung dengan tongkang. Namun, saya yakin kenaikan secara tajam tidak terjadi, terbatas pada level US$140/ton,” kata Singgih ketika dihubungi, Kamis (3/9/2026).



























