Risiko Ekologi Mengintai di Balik Ramai Pusat Data di Indonesia
Bloomberg Businessweek Indonesia
03 September 2026 11:25

Bloomberg Technoz, Jakarta - Potensi ekonomi digital di Indonesia yang membesar telah memicu ledakan minat investasi pusat data di Indonesia. Semakin banyak bermunculan pusat data bahkan di tengah-tengah gedung perkantoran juga kawasan satelit di sekitar Jakarta.
Data Center Map mencatat, sebanyak 128 pusat data beroperasi di Jabodetabek, yang setara 64% dari total 198 pusat data di Tanah Air. Keberadaan pusat data diprediksi semakin berlipat ganda dalam beberapa tahun mendatang seiring ambisi mimpi Indonesia menjadi pusat ekosistem digital di Asia Pasifik.
Sampai separuh pertama tahun ini, total kapasitas operasional pusat data di Indonesia mencapai 682 megawatt dari sisi IT Load, di mana angkanya diperkirakan akan meroket hingga 1,6 gigawatt pada kuartal kedua tahun depan sejurus dengan kemunculam pusat data baru.
Marak pembangunan pusat data baru itu tak lepas dari kepercayaan akan potensi ekonomi digital di Tanah Air. Melansir laporan Google, Temasek dan Bain & Company, nilai penjualan bruto (GMV) ekonomi digital RI mencapai US$99 miliar, terbesar di Asia Tenggara. Angka itu diperkirakan naik terus sampai menembus US$340 miliar pada 2030 seiring pertumbuhan sektor digital dari e-commerce, transportasi dan makanan, media online hingga travel online.
Semakin berkembangnya AI juga meminta kehadiran pusat data yang semakin marak. Peningkatan permintaan pusat data untuk teknologi itu dirasakan oleh Digital Edge Indonesia. Perusahaan ini akan mengoperasikan pusat data berskala besar yang berlokasi di Cikarang, Bekasi. Kapasitas pusat data tersebut mencapai 500 MW mulai kuartal IV-2026.
































