Logo Bloomberg Technoz

Bank Sentral G20 Sepakat Kerja Sama Soal Isu Fraud hingga Utang

Redaksi
03 September 2026 11:26

Filianingsih Hendarta. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Filianingsih Hendarta. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Para gubernur bank sentral negara-negara G20 mendorong penguatan kerja sama pada sejumlah area strategis, yakni, penanganan penipuan transaksi keuangan (fraud dan scam), literasi keuangan, isu utang, ketidakseimbangan global, serta kolaborasi dengan sektor swasta untuk mendukung pertumbuhan global yang kuat dan berkelanjutan. 

Hal ini merupakan salah satu hasil pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting/G20 FMCBG) yang berlangsung 31 Agustus–1 September 2026 di Amerika Serikat (AS). 

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta dan Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung. Selain anggota G20, pertemuan tersebut dihadiri Belanda, Polandia, Singapura, Qatar, Swiss, dan Uni Emirat Arab, serta sejumlah organisasi internasional.


Dalam forum tersebut, Filianingsih Hendarta menyampaikan stabilitas ekonomi dan kepastian kebijakan menjadi fondasi penting untuk mendorong investasi, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat pertumbuhan dunia usaha di tengah ketidakpastian global.

Bank Indonesia juga menekankan tiga hal penting dalam pelaksanaan kebijakan moneter di tengah ketidakpastian global. Pertama, menjaga ekspektasi inflasi tetap terjangkar melalui asesmen yang komprehensif dan pandangan ke masa mendatang.