Ekonom: Target Ekonomi Ambisius Butuh Sumber Pertumbuhan Baru
Pramesti Regita Cindy
03 September 2026 10:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom menilai target pertumbuhan ekonomi mencapai 8% yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sangat ambisius. Untuk merealisasikannya, pemerintah perlu menjalankan usaha ekstra untuk mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru yang selama ini belum tergarap.
Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menjelaskan bahwa rerata pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2021 hingga 2025 tercatat hanya berkisar 4,8%. Artinya, terdapat kesenjangan yang sangat lebar antara realitas dengan target pertumbuhan ekonomi yang mencapai 8%.
"Berarti ada gap (kesenjangan). Kalau kita bicara pertumbuhan ekonomi 8% tentu kita butuh extra effort dan cari sumber pertumbuhan ekonmi baru, tidak hanya konvensional," kata Esther dalam pidato di acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Menurut dia, tantangan ekonomi saat ini bukan hanya berasal dari ekonomi domestik, tetapi juga eksternal global, seperti halnya situasi konflik geopolitik dan fragmentasi perdagangan. Dengan adanya gejolak kompleksitas faktor eksternal dan internal, pemerintah harus mampu melalui hal ini dengan menyiapkan berbagai strategi.
Dari sisi fiskal, dia menjelaskan, pertumbuhan belanja negara tercatat mencapai 11%, sementara penerimaan perpajakan hanya tumbuh 3%.






























