Produksi di IMIP Turun 40%, Harga Nikel Bergerak Menuju US$17.000
Azura Yumna Ramadani Purnama
03 September 2026 10:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas memproyeksikan harga logam nikel dunia bergerak ke kisaran US$17.000—US$18.000/ton, dipengaruhi turunnya produksi smelter di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, akibat kekeringan pembangkit hidro.
Analis komoditas dan Founder Traderindo Wahyu Laksono menilai penurunan produksi sekitar 30% hingga 40% dari kawasan IMIP memberikan implikasi signifikan terhadap pasokan produk nikel di dalam negeri maupun global.
Meskipun belum dapat mengestimasikan volume produksi nickel pig iron (NPI) atau feronikel (FeNi) yang terdampak, dia meyakini gangguan suplai dari IMIP dapat menjadi katalis pendorong harga nikel dunia yang belakangan mengalami tren pelemahan.
“Dalam jangka pendek, harga nikel berpotensi mengalami tekanan kenaikan terbatas dan bergerak menuju kisaran level resisten terdekat antara US$ 17.000—US$ 18.000/ton, tergantung pada seberapa cepat manajemen IMIP dapat menemukan sumber air alternatif untuk memulihkan operasional smelter mereka,” kata Wahyu ketika dihubungi, Kamis (3/9/2026).
Dia menegaskan, berdasarkan teori ekonomi pasar, berkurangnya pasokan di tengah permintaan global yang tetap atau stabil membuka peluang besar bagi kenaikan harga komoditas.




























