Logo Bloomberg Technoz

Ekspor Nikel RI Terancam Turun Usai Smelter IMIP Terimbas El Niño

Azura Yumna Ramadani Purnama
03 September 2026 09:00

Deretan nickel matte Bessemer yang sedang mendingin di kompleks smelter Vale di Sudbury, Ontario, Kanada./Bloomberg-Cole Burston
Deretan nickel matte Bessemer yang sedang mendingin di kompleks smelter Vale di Sudbury, Ontario, Kanada./Bloomberg-Cole Burston

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekspor produk olahan nikel Indonesia diproyeksi turun usai kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terancam mengalami penurunan produksi hingga 40% imbas kekurangan pasokan air untuk smelter.

Analis komoditas dan Founder Traderindo Wahyu Laksono menilai kontribusi IMIP masih dominan terhadap total volume ekspor produk olahan nikel nasional.

Tak ayal, berkurangnya pasokan dari sentra industri nikel di Sulawesi Tengah itu bakal membuat nilai serta volume pengapalan ke pasar internasional melambat dalam jangka pendek.


Walakin, dia belum dapat mengestimasikan volume ekspor produk turunan nikel yang berpotensi terdampak lantaran belum diketahui volume penurunan produksi dan detail komoditas yang terdampak.

“Penurunan kapasitas operasional hingga 40% di salah satu pusat hilirisasi terbesar Indonesia ini secara langsung akan menggerus volume pasokan produk olahan nikel siap ekspor, seperti nickel pig iron [NPI] atau feronikel,” kata Wahyu ketika dihubungi, Kamis (3/9/2026).

Nikel matte cair di tungku smelter./Bloomberg-Cole Burston