Harga Cabai Belum Terkendali, di Maluku Timur Tembus Rp155.000/Kg
Ibnu Affan
02 September 2026 18:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Mayoritas harga komoditas pangan nasional hari ini, Rabu (2/9/2026), tercatat mengalami kenaikan cukup signifikan, mulai dari beras, seluruh jenis cabai-cabaian, daging ayam, hingga daging sapi secara harian.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia per pukul 16.50 WIB, harga rata-rata nasional cabai rawit merah di pasar tradisional mencapai Rp82.850/kg atau naik 11,96% dari hari sebelumnya. Di Maluku Utara, harganya menyentuh Rp155.000/kg.
Sementara itu, harga rata-rata nasional cabai merah besar tercatat Rp51.850/kg, yang juga naik 3,8%. Harga cabai merah keriting dan rawit hijau masing-masing juga naik 7,96% dan 5,69% menjadi Rp56.950 dan Rp62.200/kg.
Kemudian, harga beras kualitas medium I dan II juga naik masing-masing 0,3% dan 0,31% menjadi Rp16.550 dan Rp16.350/kg. Begitu juga beras super kualitas I yang masih naik 0,28% menjadi Rp17.850/kg Hanya beras kualitas super II yang tidak mengalami perubahan di Rp17.300/kg.
Harga daging ayam ras segar juga naik 0,33% menjadi Rp42.600/kg, diikuti telur ayam ras yang juga naik 1,02% menjadi Rp29.700/kg. Harga daging sapi kualitas I naik 0,07% menjadi Rp151.850/kg, sementara daging kualitas II turun 0,14% menjadi Rp142.00/kg.
Harga bawang merah dan bawang putih ukuran sedang masing-masing turun 0,65% dan 0,88% menjadi Rp38.450 dan Rp39.550/kg. Begitu juga minyak goreng kemasan bermerk 2 yang turun 0,21% menjadi Rp23.450/kg. Harga minyak goreng curah dan kemasan bermerk I tidak mengalami perubahan di Rp20.500 dan Rp24.300/kg.
Di sisi lain, harga gula pasir lokal masih naik 0,26% menjadi Rp19.100/kg. Sementara harga gula pasir kualitas premium tidak mengalami perubahan atau tetap di Rp20.300/kg.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya menyoroti dampak fenomena El Nino yang berpotensi bertahan sampai awal 2027 terhadap kondisi harga sejumlah komoditas pangan.
Hal ini menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan El Nino pada 2026 berpotensi bertahan hingga awal 2027.
"Berdasarkan informasi dari BMKG yang merilis prediksi El Nino di tahun 2026 yang berpotensi bertahan hingga awal tahun 2027. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama dampaknya terhadap perubahan harga beberapa komoditas pangan," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, Selasa kemarin.





























