Logo Bloomberg Technoz

Harga Emas Ambruk 2,5% Lebih, Saatnya Jual atau Beli?

Hidayat Setiaji
02 September 2026 07:14

Emas batangan. (Bloomberg)
Emas batangan. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia ambruk pada perdagangan kemarin. Pernyataan hawkish dari para pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve masih membebani langkah sang logam mulia.

Pada Selasa (1/9/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.327,6/troy ons. Anjlok 2,56% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak 19 Agustus atau hampir dua pekan terakhir.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Sentimen negatif bagi harga emas adalah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Kemarin, yield surat utang pemerintah Negeri Paman Sam tenor 10 tahun naik ke 4,797%, tertinggi sejak Januari 2025.


Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas jadi kurang menguntungkan saat instrumen lain menawarkan keuntungan lebih tinggi.

Pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole akhir pekan lalu masih membekas di benak pelaku pasar. Warsh menegaskan, apabila The Fed belum yakin bahwa inflasi bergerak mengarah ke target 2%, maka masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.