Logo Bloomberg Technoz

Prioritas Awal Destry Usai Jadi Gubernur BI: Stabilitas Ekonomi

Sabrina Mulia Rhamadanty
02 September 2026 20:50

Destry Damayanti, Aida S. Budiman dan Solikin M. Juhro Usai Dilantik MA Sebagai Pejabat BI Rabu (2/9/2026) (Bloomberg Technoz/Sabrina)
Destry Damayanti, Aida S. Budiman dan Solikin M. Juhro Usai Dilantik MA Sebagai Pejabat BI Rabu (2/9/2026) (Bloomberg Technoz/Sabrina)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031, Destry Damayanti, menegaskan bahwa menjaga stabilitas ekonomi menjadi prioritas utama pada awal masa jabatannya. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi dinamika ketidakpastian ekonomi global yang dinilai masih sangat tinggi.

“Kita menghadapi situasi higher for longer, artinya ketidakpastian global itu masih sangat tinggi. Hal itu tentu sedikit banyak akan mempengaruhi kita, sehingga stance kita di awal ini memang tetap fokus kepada stabilitas,” ungkap Destry usai mengucap sumpah jabatan di Mahkamah Agung (MA) pada Rabu (2/9/2026).

Meski stabilitas menjadi pertimbangan utama, Destry menggarisbawahi bahwa Bank Indonesia akan mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan (policy mix) yang dimiliki untuk tetap menopang sektor riil. 


BI membagi kerangka kebijakan utamanya ke dalam tiga pilar, yaitu moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, yang didukung oleh pengembangan UMKM, Ekonomi dan Keuangan Syariah, serta Pendalaman Pasar Keuangan.

Sektor makroprudensial dinilai menjadi salah satu instrumen kunci yang difokuskan untuk mendorong pertumbuhan (pro-growth). Melalui instrumen tersebut, Bank Indonesia terus memberikan insentif bagi perbankan yang menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas.