Logo Bloomberg Technoz

Laju Inflasi Kembali di Atas 3%, Ekonom Wanti-wanti Risiko Global

Redaksi
01 September 2026 16:10

Inflasi April 2,42% secara tahunan, makanan dan emas perhiasan sumbang inflasi terbesar (Diolah)
Inflasi April 2,42% secara tahunan, makanan dan emas perhiasan sumbang inflasi terbesar (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Agustus 2026 tercatat 3,19% secara tahunan (year-on-year/yoy). Artinya, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 108,51 pada Agustus 2025 menjadi 111,97 pada Agustus 2026.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama inflasi pada bulan Agustus ini, sekaligus  mencerminkan permintaan yang lebih kuat serta gangguan cuaca terhadap panen sejumlah komoditas hortikultura.

Ekonom Bank Mandiri, Faisal Rahman mengatakan bahwa tekanan inflasi dari sisi penawaran masih diperkirakan berlanjut ke harga konsumen, sehingga Ia memperkirakan laju inflasi di akhir tahun masih tetap akan berada di atas 3%.


Dari sisi eksternal, Faisal menyoroti risiko imported inflation yang masih tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan prospek kebijakan The Fed.

“Faktor-faktor tersebut telah mendorong kondisi pasar yang cenderung risk-off, membatasi arus modal masuk, dan menekan rupiah,” kata Faisal dalam keterangan tertulisnya yang diperoleh Bloomberg Technoz, Selasa (1/9/2026).