Logo Bloomberg Technoz

BI Beber Strategi Mitigasi Hadapi Lonjakan Yield Obligasi Global

Sabrina Mulia Rhamadanty
02 September 2026 21:10

Calon Gubernur BI Destry Damayanti bersiap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Calon Gubernur BI Destry Damayanti bersiap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) merespons lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah di pasar keuangan global yang berpotensi menekan perekonomian Indonesia. Sebagai langkah mitigasi, Bank Indonesia menyiapkan strategi antisipasi domestik guna meredam dampak tekanan dari kondisi ekonomi global tersebut.

Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031, Destry Damayanti, menegaskan bahwa fenomena tingginya imbal hasil obligasi global sejalan dengan hasil pengamatan serta asesmen terbaru yang dilakukan oleh Bank Indonesia. 

Ia menyebutkan bahwa lanskap moneter global saat ini masih diselimuti fenomena suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama (higher for longer).

“Iya, ini sesuai dengan pengamatan dan assessment kami terakhir. Kita memang menghadapi situasi higher for longer secara global. Jadi bond yield tinggi, inflasi di negara maju juga masih tinggi, dan suku bunga masih terus bertahan tinggi,” ungkap Destry usai agenda pelantikan di Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (2/9/2026).


Destry menjelaskan bahwa dinamika perekonomian global tersebut akan menjadi pertimbangan utama Bank Indonesia dalam merumuskan kebijakan moneter di tingkat domestik. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dari ketidakpastian pasar keuangan internasional.

“Nah, ini sesuatu yang pasti akan kami antisipasi pada saat kami membuat kebijakan untuk domestik. Faktor-faktor global itu akan sangat mempengaruhi latar belakang kami dalam membuat kebijakan domestik,” jelasnya.