Pasar pun berekspektasi bahwa The Fed akan menggunakan ‘jurus’ kenaikan suku bunga acuan. Mengutip CME FedWatch, peluang kenaikan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4% dalam rapat bulan ini mencapai 66,9%. Padahal seminggu lalu kemungkinannya masih 39,6%.
Anggota Dewan Gubernur The Fed Michael Barr kemudian mempertegas bahwa bank sentral sepertinya harus bersiap untuk opsi menaikkan suku bunga jika inflasi tidak kunjung ‘jinak’.
“Kalau tren inflasi meyakinkan saya bahwa memang terjadi perlambatan menuju 2%, maka kami masih punya waktu. Namun jika inflasi tidak melambat signifikan, maka saya rasa kami harus bertindak tegas dengan menaikkan suku bunga,” ungkap Barr dalam sebuah acara di Washington, sebagaimana diberitakan Bloomberg News.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Rabu (2/9/2026)? Apakah bisa bangkit atau justru makin terjepit?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas terseret ke zona bearish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 46. RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Akan tetapi, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 0. Paling kecil, sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sejatinya berpotensi naik. Maklum, harga emas kini sudah ‘murah’ karena turun tiga hari beruntun. Selama tiga hari tersebut, harga ambrol hampir 6%.
Cermati pivot point di US$ 4.440/troy ons. Dari situ, ada kemungkinan harga emas bisa menguji level US$ 4.459-4.487/troy ons.
Target paling optimistis ada di US$ 4.566/troy ons.
Namun kalau harga emas malah turun lagi, maka US$ 4.312/troy ons sepertinya bisa menjadi target support terdekat. Jika tertembus, maka ada risiko longsor ke arah US$ 4.216/troy ons sebagai target paling pesimistis.
(aji)




























