Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.870/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
13 August 2026 15:31

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah ditutup menguat terbatas 0,03% ke Rp17.870/US$ pada perdagangan Kamis (13/8/2026), kala pasar mencermati kandidat yang diajukan Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi jajaran pimpinan Bank Indonesia (BI) berikutnya.
Penguatan rupiah, yang meski tipis ini, juga ditopang oleh aksi beli di pasar obligasi domestik. Yield Surat Utang Negara (SUN) 1 tahun turun 2,9 basis poin menjadi 6,87%, sementara tenor 2 tahun dan 3 tahun masing-masing terpangkas 4,5 bps dan 4,7 bps. Penguatan juga terjadi pada tenor 5 tahun dengan penurunan yield 3,9 bps jadi 7,18%.
Dari sisi eksternal harga minyak brent kembali melandai dan terpangkas 1,18% ke US$87,93/barel, serta indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang stabil di 99,98 memberi ruang penguatan bagi rupiah.
Namun, ketidakpastian dari hasil perundingan antara AS dan Iran masih menyisakan kekhawatiran di kawasan Asia. Sebagian mata uang merespons dengan pergerakan yang cukup bervariasi.
Won Korea Selatan melemah paling dalam, disusul peso Filipina, ringgit Malaysia, dan rupee India, juga yuan offshore. Sebaliknya, dolar Taiwan masih mempertahankan penguatannya, disusul baht Thailand, rupiah, yen Jepang, dan yuan China, yang menguat lebih terbatas.






























