Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Sudah Dekati Rp18.000/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
28 September 2026 15:45

Karyawan memegang mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memegang mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah mulai mendekati Rp18.000/US$ dalam perdagangan Senin (28/9/2026), di tengah tekanan yang melanda pasar keuangan domestik dan tekanan jual di pasar obligasi global.  

Data Bloomberg menunjukkan rupiah melemah 0,46% ke posisi Rp17.975/US$. Di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) rupiah melemah 0,24% ke Rp17.997/US$.

Pelemahan rupiah dipicu oleh anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan tekanan jual di pasar obligasi domestik. Di pasar saham, aksi jual terjadi kala otoritas bursa membuka batas bawah harga saham dari Rp50/lembar hingga bisa menjadi Rp1/lembar.


Tekanan terhadap rupiah juga datang dari pasar surat utang, menyusul kenaikan yield US Treasury. Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun meningkat 4 basis poin (bps) ke 5,2%, sedangkan yield tenor 2 tahun naik 5 bps menjadi 4,9%.

Kenaikan US Treasury juga menekan pasar obligasi domestik. Bahkan, surat utang pemerintah Indonesia tenor 10 tahun yang sempat bertahan kini mulai tertekan aksi jual dan mengalami kenaikan yield 2,3 bps menjadi 7,12%, dari sebelumnya 7,09%.