Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka di Bawah Rp17.900/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
13 August 2026 09:22

Mata uang rupiah dengan latar dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mata uang rupiah dengan latar dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan dengan pelemahan 0,02% ke posisi Rp17.878/US$, kala harga minyak terpangkas 1,12% ke US$87,98/barel. 

Sebagian besar mata uang Asia mempertahankan penguatan, dipimpin dolar Taiwan 0,24%, baht Thailand 0,21%, won Korea Selatan 0,18%. Sementara, yen Jepang, dolar Singapura, dan yuan China menguat lebih terbatas. 

Rupiah dan mata uang Asia. (Bloomberg)

Pelemahan tipis pada rupiah kala mata uang kawasan justru menguat, menunjukkan investor masih menyimpan kekhawatiran terhadap aset rupiah, baik yang bersal dari faktor domestik atau persepsi risiko eksternal. 


Salah satu faktor yang masih jadi perhatian adalah arah kebijakan Bank Indonesia (BI), terutama di tengah proses pergantian jajaran pimpinan bank sentral. 

Investor masih mencermati nama-nama yang akan mengisi pos dalam otoritas moneter Indonesia. Kepastian bahwa pos Gubernur BI akan diisi oleh Destry Damayanti, memang telah mengurangi ketidakpastian di pasar. Namun, investor kini mulai mengalihkan perhatian kepada komposisi Dewan Gubernur secara lebih luas.