Rupiah Dapat 'Doping' dari Pasar Obligasi
Redaksi
13 August 2026 13:12

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah bergerak menguat pada sesi perdagang Kamis (13/8/2026), tertopang aksi beli yang mewarnai pasar Surat Utang Negara (SUN). Mengacu data Bloomberg per 11:50 WIB, rupiah yang tadi sempat di posisi Rp17.886/US$ berbalik menguat secara ke Rp17.873/US$.
Dari kawasan, penguatan terjadi pada hampir semua mata uang. Dolar Taiwan menguat paling tajam ke 0,34%, disusul baht Thailand ke 0,23%.
Sementara won Korea Selatan, yen Jepang, dolar Singapura, dan rupiah, yuan offshore, juga yuan China lebih terbatas penguatannya.
Dari pasar obligasi, aksi beli terjadi pada semua tenor. Yield SUN 1 tahun turun 2,9 basis poin menjadi 6,87%, sementara tenor 2 tahun dan 3 tahun masing-masing terpangkas 4,5 bps dan 4,7 bps. Penguatan juga terjadi pada tenor 5 tahun dengan penurunan yield 3,9 bps jadi 7,18%.
Di tenor acuan 10 tahun yield turun 1,1 bps jadi 7,22%. Sementara tenor yang lebih panjang mengalami penurunan yield lebih terbatas, dengan yield 20 tahun hanya turun 0,6 bps menjadi 7,24%, dan tenor 30 tahun turun 0,4 bps jadi 7,31%.




























