Logo Bloomberg Technoz

Nyaris Rp18.000/US$, BI Ungkap Startegi Kuatkan Rupiah

Pramesti Regita Cindy
28 September 2026 17:16

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menuturkan sejumlah langkah strategi yang dilakukan untuk memperkuat nilai tukar rupiah di tengah tantangan global berupa penguatan dolar Amerika Serikat (AS). 

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperdalam pasar uang dan pasar valuta asing (valas) serta memperluas penggunaan mata uang lokal selain dolar AS. 

"Untuk pendalaman pasar keuangan kami akan fokus untuk pendalaman di pasar uang dan pasar valas kami. Karena kita menghadapi tantangan global dengan dolar juga yang semakin meningkat sehingga ini tentunya kita perlu melakukan diversifikasi dari mata uang valas lainnya," jelas Destry dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Jakarta, Senin (28/9/2026). 


Bahkan Destry menyebut bahwa transaksi dalam kerangka Local Currency Transaction (LCT) terus mengalami penguatan. 

Hanya saja, peningkatan volume transaksi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh ketersediaan likuiditas mata uang lokal di pasar uang dan pasar valas domestik.