Pemulihan Sektor Properti Tertahan di Kelas Menengah
Tim Riset Bloomberg Technoz
08 August 2026 09:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sektor properti Indonesia menunjukkan perbaikan pada kuartal II-2026. Setelah sempat melemah cukup dalam pada awal tahun ini, aktivitas pasar primer pelan-pelan bergerak ke arah yang positif.
Survei Harga Properti Residensial (SHPR) periode kuartal II-2026 yang dirilis Bank Indonesia (BI) menggambarkan sektor ini mulai keluar dari fase kontraksi, tetapi juga belum masuk ke fase ekspansi.
Hal ini terlihat dari pemulihan yang terjadi bisa dikatakan masih jauh dari kata solid. Harga rumah memang meningkat, penjualan juga tercatat pulih, tapi permintaan belum kuat, dan pembiayaan juga masih hati-hati.
BI mencatat Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tumbuh 0,69% secara tahunan (year-on-year/yoy), sedikit lebih tinggi daripada kuartal sebelumnya. Secara kuartalan, IHPR juga naik sebesar 0,26%, lebih tinggi dari capaian kuartal I-2026 yang hanya 0,04%.
Sayangnya, saat ditelisik lebih dalam, perbaikan ini bukan datang dari lonjakan permintaan. Penopangnya justru datang dari rumah tipe besar yang tercatat berkinerja lebih baik dari kuartal sebelumnya. Rumah tipe ini mencatat pertumbuhan penjualan dari kontraksi 8,03% menjadi tumbuh 13,08% secara tahunan.

































