Logo Bloomberg Technoz

Bahlil Tahan Persetujuan ASEAN Power Grid, Harga Tak Untungkan RI

Sabrina Mulia Rhamadanty
22 September 2026 17:20

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kantor Kementerian ESDM, Senin (11/5/2026). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kantor Kementerian ESDM, Senin (11/5/2026). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Pemerintah Indonesia masih menahan penandatanganan persetujuan proyek integrasi listrik antarnegara kawasan, ASEAN Power Grid.

Penahanan ini dilakukan karena skema harga dan keuntungan yang ditawarkan dinilai belum mencerminkan kesepakatan yang saling menguntungkan (win-win solution).

"Belum saya tanda tangan, ini masalah harga," ungkap Bahlil dalam agenda MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Selasa (22/9/2026).


Bahlil juga mengungkapkan Menteri Tenaga dan Kerja Malaysia telah melakukan pembicaraan dengannya terkait implementasi ASEAN Power Grid. Proyek ini sendiri merupakan salah satu komitmen bersama yang disepakati pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Manila pada Mei lalu.

Bahlil menegaskan keputusan itu diambil secara sengaja, meski menyadari Indonesia menjadi satu-satunya negara yang belum menandatangani persetujuan tersebut.