Penyesuaian BI Rate, Bagaimana Sektor Properti Merespons?
Sabrina Mulia Rhamadanty
10 June 2026 14:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengamat The Housing and Urban Development (HUD) Institute, Zulfi Syarif Koto, mengungkapkan bahwa keputusan Bank Indonesia (BI) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5% akan langsung memukul psikologis konsumen dan keterjangkauan (affordability) cicilan.
"KPR itu produk 'harga uang'. Begitu BI rate naik 25 bps, bunga KPR perbankan biasanya ikut terkerek 15–25 bps dalam waktu 1 hingga 2 bulan ke depan," ujar Zulfi saat dihubungi, Rabu (10/6/2026)
Sebagai gambaran, Zulfi mengatakan untuk simulasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) senilai Rp1 miliar dengan tenor 20 tahun, kenaikan bunga ini akan menambah beban cicilan sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per bulan.
Bagi konsumen kelas menengah yang rasio cicilannya sudah mepet di angka 30% dari gaji, kenaikan ini cukup untuk membuat mereka menunda pembelian selama 6–9 bulan.
“Kami melihat data internal developer pada kuartal II-2026 menunjukkan fenomena wait and see yang masif, ada beberapa akibat terkait ini,” ungkapnya.































