Logo Bloomberg Technoz

Menjaga Napas Bajaj Biru di Sudut Jakarta

Andrean Kristianto
22 September 2026 13:31

Mekanik memperbaiki bajaj di Jalan Makmur, Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Mekanik memperbaiki bajaj di Jalan Makmur, Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bajaj di Jakarta semakin tergerus oleh kehadiran transportasi online dan perkembangan zaman yang serba cepat. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bajaj di Jakarta semakin tergerus oleh kehadiran transportasi online dan perkembangan zaman yang serba cepat. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Di tengah kepungan kendaraan modern dan riuh transportasi berbasis aplikasi, bajaj biru masih setia merayap, menjajakan jasa di sudut-sudut Jakarta.

Di tengah kepungan kendaraan modern dan riuh transportasi berbasis aplikasi, bajaj biru masih setia merayap, menjajakan jasa di sudut-sudut Jakarta.

Di sebuah gang di Jalan Makmur, Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, deretan kendaraan roda tiga ini menggantungkan keberlangsungan hidupnya.

Di sebuah gang di Jalan Makmur, Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, deretan kendaraan roda tiga ini menggantungkan keberlangsungan hidupnya.

Tempat tersebut menjadi salah satu bengkel andalan bagi bajaj yang mencoba bertahan dari gempuran zaman. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tempat tersebut menjadi salah satu bengkel andalan bagi bajaj yang mencoba bertahan dari gempuran zaman. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tangan-tangan cekatan para mekanik di sana sibuk memoles bodi dan merawat mesin agar armada tua ini tetap layak.(Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tangan-tangan cekatan para mekanik di sana sibuk memoles bodi dan merawat mesin agar armada tua ini tetap layak.(Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Geliat bengkel itu menjadi tumpuan harapan bagi para pengemudi yang setiap hari menggantungkan nasib di jalanan (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Geliat bengkel itu menjadi tumpuan harapan bagi para pengemudi yang setiap hari menggantungkan nasib di jalanan (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Wilayah operasi yang kian terbatas dan penumpang yang semakin sepi membuat pundi-pundi pendapatan sopir bajaj menyusut drastis.

Wilayah operasi yang kian terbatas dan penumpang yang semakin sepi membuat pundi-pundi pendapatan sopir bajaj menyusut drastis.

Mekanik memperbaiki bajaj di Jalan Makmur, Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Bajaj di Jakarta semakin tergerus oleh kehadiran transportasi online dan perkembangan zaman yang serba cepat. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Di tengah kepungan kendaraan modern dan riuh transportasi berbasis aplikasi, bajaj biru masih setia merayap, menjajakan jasa di sudut-sudut Jakarta.
Di sebuah gang di Jalan Makmur, Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, deretan kendaraan roda tiga ini menggantungkan keberlangsungan hidupnya.
Tempat tersebut menjadi salah satu bengkel andalan bagi bajaj yang mencoba bertahan dari gempuran zaman. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Tangan-tangan cekatan para mekanik di sana sibuk memoles bodi dan merawat mesin agar armada tua ini tetap layak.(Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Geliat bengkel itu menjadi tumpuan harapan bagi para pengemudi yang setiap hari menggantungkan nasib di jalanan (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Wilayah operasi yang kian terbatas dan penumpang yang semakin sepi membuat pundi-pundi pendapatan sopir bajaj menyusut drastis.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wajah transportasi Ibu Kota terus bersolek, meninggalkan kepulan asap dan kendaraan roda tiga yang kian terdesak dari ruang-ruang publik. Di tengah kepungan kendaraan modern dan riuh transportasi berbasis aplikasi, bajaj biru masih setia merayap, menjajakan jasa di sudut-sudut Jakarta yang kian berubah.

Di sebuah gang di Jalan Makmur, Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, deretan kendaraan roda tiga ini menggantungkan keberlangsungan hidupnya. Tempat tersebut menjadi salah satu bengkel andalan bagi bajaj yang mencoba bertahan dari gempuran zaman.

Tangan-tangan cekatan para mekanik di sana sibuk memoles bodi dan merawat mesin agar armada tua ini tetap layak jalan. “Alhamdulillah bulan ini ada aja, kalau Vermak kita patok Rp1,5 juta itu terima beres, kalau untuk omzet kan satu bulan bisa 4 bajaj, taruhlah Rp6 juta, kalau misalnya kita buat catnya aja Rp3 juta paling satu bulan bisa Rp3 juta bersih,” kata Wahyu.

Geliat bengkel itu menjadi tumpuan harapan bagi para pengemudi yang setiap hari menggantungkan nasib di jalanan. Dari balik kemudi bajaj yang baru diperbaiki, mereka kembali menyusuri jalanan Jakarta, mengejar penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Namun, kenyataan di jalanan sering kali tak seramah deru mesin yang baru saja diperbaiki di bengkel. Wilayah operasi yang kian terbatas dan penumpang yang semakin sepi membuat pundi-pundi pendapatan mereka menyusut drastis.

Lesunya usaha para pelanggan mereka pun berimbas langsung pada pendapatan harian. “Paling kenceng Rp130 ribu belum potong setoran Rp60 ribu, tapi sekarang konveksi pada mati, karena saya kan bawa konveksi, sebelumnya bisa Rp200 ribu,” ungkap Ade Candra, seorang sopir bajaj, kepada Bloomberg Technoz, Senin (21/9).

Meski perubahan zaman terus menggerus lahan penghidupan mereka, deru khas mesin bajaj biru belum sepenuhnya bungkam. Di tengah jalanan Jakarta yang kian sibuk dan serba cepat, kendaraan itu masih berjalan, bertahan di antara perubahan yang perlahan mendorongnya ke pinggir.

(dre/ain)