Logo Bloomberg Technoz

Titah Prabowo ke Bea Cukai: Perketat Perbatasan dan Pesisir

Dovana Hasiana
22 September 2026 19:30

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Djaka Budhi Utama dalam rapat terbatas pada hari ini, Selasa (22/09/2026). Usai rapat terbatas, Djaka mengaku mendapatkan titah dari Prabowo untuk memperketat wilayah perbatasan dan pesisir. 

Dalam hal ini, Kepala Negara ingin wilayah perbatasan dan pesisir bebas dari penyelundupan barang-barang ilegal dan yang dilarang. Misalnya, narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya hingga bal pakaian bekas. 

"Dipanggil disuruh memperketat perbatasan dan wilayah pesisir. Dari penyelundupan barang-barang ilegal maupun barang-barang yang dilarang. Ya narkoba, balpres, dan sebagainya yang bentuknya terlarang ya," ujar Djaka kepada awak media di Istana Kepresidenan, Selasa (22/09/2026). 


Untuk menjalankan titah itu, Djaka mengatakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan menambah peralatan untuk pegamanan hingga memperkuat Satuan Tugas Pencegahan dan Penindakan Barang Kena Cukai Ilegal. 

Djaka mengatakan penebalan akan dilakukan di pangkalan sarana operasi di sepanjang laut Selat Malaka. Selain itu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengatakan akan memberdayakan sekitar lebih dari 100 kapal. Terlebih, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sudah mendapatkan tambahan anggaran. Meski demikian, Djaka tidak menjelaskan berapa tambahan anggaran tersebut.