Ekonom Soroti Ekonomi Q2-2026 Bergantung pada Stimulus Pemerintah
Mis Fransiska Dewi
07 August 2026 11:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom menilai pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang tercermin pada pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 masih sangat bergantung pada stimulus fiskal pemerintah. Tingginya belanja pemerintah menjadi penopang utama konsumsi masyarakat di tengah daya beli yang secara alami belum benar-benar pulih.
"Pertumbuhan konsumsi, baik pemerintah ataupun rumah tangga, memang sepertinya sangat bergantung dari stimulus fiskal pemerintah. Kita bisa katakan doping-nya besar sekali," kata Direktur Big Data Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto dalam diskusi, Kamis (6/8/2026).
Eko menilai kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 lebih mengkhawatirkan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun secara angka pertumbuhan ekonomi tercatat lebih tinggi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II-2026. Sementara konsumsi pemerintah melonjak 15,97% yoy, berbalik tajam dari kontraksi 0,32% pada periode yang sama tahun lalu.
Meski konsumsi rumah tangga masih tumbuh 5,06%, Eko menilai terjadi perlambatan jika dibandingkan kuartal I-2026 yang mencapai 5,52%. Kondisi tersebut menunjukkan daya beli masyarakat secara alami masih belum cukup kuat dan masih sangat ditopang oleh belanja negara, maupun didorong efek musiman hari besar keagamaan yakni Ramadan maupun Natal dan Tahun Baru.
































