Volume Ekspor Produk Nikel Turun 12,14%, tetapi Nilai Naik 69,30%
Mis Fransiska Dewi
05 August 2026 15:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor produk nikel secara volume mengalami penurunan sebesar 12,14% secara year-on-year (yoy), dari 1,11 juta ton pada Januari-Juni 2025 menjadi 1,06 juta ton pada Januari-Juni 2026.
Meski begitu, nilai ekspor produk nikel sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai US$6,54 miliar, naik 69,30%, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar US$4 miliar.
"Nikel dan barang daripadanya mengalami kenaikan nilai ekspor 69,30%, meski volumenya turun 12,14%," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, dikutip Rabu (5/8/2026).
Ekspor produk nikel yang tercatat dalam kode HS 75 (nickel and articles thereof) tercatat paling banyak dikirim ke China dengan volume sekitar 982,47 ribu ton atau setara 92,64% dari total ekspor produk nikel Indonesia pada periode tersebut.
Sebelumnya, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Sudirman Widhy mengatakan produk hilirisasi nikel, seperti nickel pig iron (NPI), memiliki porsi ekspor lebih besar ketimbang feronikel (FeNi).
































