Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, volume ekspor nickel pig iron (NPI) periode Januari—Juli 2025 jauh lebih banyak yaitu sebesar 6.628.389 ton jika dibandingkan dengan volume ekspor FeNi dalam periode yang sama sebanyak 37.006 ton.
Dari data ini, volume ekspor NPI mendominasi secara mutlak, yakni sekitar 179 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan volume ekspor feronikel sepanjang periode tersebut.
Sekadar catatan, ferro alloy atau paduan besi merupakan paduan logam yang menggabungan unsur besi dengan unsur lainnya. Salah satunya merupakan feronikel, yang merupakan bahan baku komoditas besi dan baja nirkarat.
Feronikel yang merupakan paduan nikel dan besi umumnya memiliki kandungan nikel sekitar 20%—40%.
Pada tahun lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat produksi feronikel Indonesia mencapai 579.430 ton. Sementara tahun ini, target produksinya mencapai 540.400 ton.
Secara umum, kapasitas terpasang smelter Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) yang turut memproduksi feronikel tercatat sebesar 2,3 juta ton nikel per tahun.
(ros)





























