Logo Bloomberg Technoz

Fenomena Pagar Tinggi di Sejumlah Pusat Perbelanjaan Jakarta

Andrean Kristianto
03 August 2026 19:04

Kendaraan melintas di kawasan Blok M Plaza, Jakarta, Senin (3/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kendaraan melintas di kawasan Blok M Plaza, Jakarta, Senin (3/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan dalam beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan di media sosial (medsos).

Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan dalam beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan di media sosial (medsos).

Berdasarkan pantauan Bloomberg Technoz, Senin (3/8), Blok M Plaza juga membangun pagar tinggi di Jakarta. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Berdasarkan pantauan Bloomberg Technoz, Senin (3/8), Blok M Plaza juga membangun pagar tinggi di Jakarta. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Namun, berdasarkan pantauan, pagar itu belum terbentang, meski tiang penyangganya sudah berdiri. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Namun, berdasarkan pantauan, pagar itu belum terbentang, meski tiang penyangganya sudah berdiri. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sebelumnya Mal Kota Kasablanka juga telah membangun pagar tinggi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sebelumnya Mal Kota Kasablanka juga telah membangun pagar tinggi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pagar besi yang sebelumnya terpasang di Mal Kota Kasablanka kini sudah tidak terlihat. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pagar besi yang sebelumnya terpasang di Mal Kota Kasablanka kini sudah tidak terlihat. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Meski pagar telah hilang, jejak keberadaannya masih terlihat. Sejumlah angkur besi bekas dudukan pagar masih menancap di tembok beton.

Meski pagar telah hilang, jejak keberadaannya masih terlihat. Sejumlah angkur besi bekas dudukan pagar masih menancap di tembok beton.

Kendaraan melintas di kawasan Blok M Plaza, Jakarta, Senin (3/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan dalam beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan di media sosial (medsos).
Berdasarkan pantauan Bloomberg Technoz, Senin (3/8), Blok M Plaza juga membangun pagar tinggi di Jakarta. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Namun, berdasarkan pantauan, pagar itu belum terbentang, meski tiang penyangganya sudah berdiri. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sebelumnya Mal Kota Kasablanka juga telah membangun pagar tinggi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pagar besi yang sebelumnya terpasang di Mal Kota Kasablanka kini sudah tidak terlihat. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Meski pagar telah hilang, jejak keberadaannya masih terlihat. Sejumlah angkur besi bekas dudukan pagar masih menancap di tembok beton.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial (medsos).

Berdasarkan pantauan Bloomberg Technoz, Senin (3/8), Blok M Plaza juga membangun pagar tinggi di Jakarta. Meski tiang penyangganya sudah berdiri, pagar tersebut belum terbentang, sementara pagar besi setinggi sekitar 2,5 meter yang sebelumnya terpasang di Mal Kota Kasablanka kini sudah tidak terlihat lagi.

Ramainya pembahasan di media sosial mendorong kalangan pengusaha hingga pemerintah memberikan tanggapan. Narasi yang beredar menyebut pemasangan pagar dilakukan secara serentak di sejumlah mal, mulai dari Surabaya hingga Jakarta menjelang Agustus 2026.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, mengaku belum membahas langsung pemasangan pagar tersebut dengan para pemilik mal. Menurutnya, langkah itu kemungkinan diambil sebagai bentuk kehati-hatian dan demi alasan keamanan.

Shinta juga menilai pelaku usaha secara umum tidak melihat adanya kondisi yang perlu dikhawatirkan terkait situasi Indonesia saat ini. Ia menegaskan setiap pengelola mal memiliki pertimbangan masing-masing dalam mengambil kebijakan tersebut.

“Ini juga tidak terjadi di semua mal, cuma satu mal, dan itu mungkin ada alasannya kenapa di situ dipagari. Nanti kami mungkin akan cek, tetapi kita sih tidak ada kekhawatiran bahwa semua harus memagari atau dari situasi itu, tidak sih,” ujar Shinta saat ditemui di kawasan Istana Kepresidenan, dikutip Sabtu (1/8/2026).

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan meminta agar pagar-pagar di pusat perkantoran dan pusat perbelanjaan dilepas kembali. Menurutnya, kekhawatiran yang berlebihan tidak akan berdampak baik bagi situasi ibu kota, seraya berharap Jakarta tetap aman dan nyaman.

(dre)