Logo Bloomberg Technoz

Pertumbuhan Maluku-Papua Lambat, BPS Sebut Imbas Tambang Grasberg

Mis Fransiska Dewi
05 August 2026 15:40

Evakuasi longsor di tambang Grasberg Block Cave milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua Tengah, Kamis (11/9/2025) malam. (dok. Freeport Indonesia)
Evakuasi longsor di tambang Grasberg Block Cave milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua Tengah, Kamis (11/9/2025) malam. (dok. Freeport Indonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan alasan pertumbuhan ekonomi di Maluku dan Papua mengalami perlambatan pada kuartal II-2026.

Menurut BPS, kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar di wilayah Maluku dan Papua berada di wilayah Papua Tengah yakni sebesar 27,26%. Untuk diketahui, wilayah Papua Tengah ini merupakan lokasi tambang dari Freeport Indonesia.

Provinsi Papua Tengah mengalami kontraksi ekonomi akibat pelemahan sektor pertambangan menyusul gangguan operasional di tambang Freeport Indonesia yang terjadi sejak September 2025.


“Jadi akibat longsor dan aliran lumpur yang terjadi di Provinsi Papua Tengah, yaitu di Grasberg Block Cave ya pada September 2025, dan ini masih dilakukan perbaikan sepertinya dan belum tumbuh,” kata M. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS dalam rilisnya pada Rabu (5/8/2026)

Menurutnya, musibah yang tahun lalu terjadi di wilayah ini tersebut belum pulih kembali seperti di triwulan II-2025 sehingga menyebabkan kontraksi pada pertumbuhan ekonomi.