Logo Bloomberg Technoz

BPS: Ketimpangan Ekonomi Warga di Kota dan Desa Kompak Naik 

Mis Fransiska Dewi
05 August 2026 14:17

Ilustrasi kemiskinan di Jakarta. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Ilustrasi kemiskinan di Jakarta. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ketimpangan pengeluaran penduduk di perkotaan dan di perdesaan sama-sama meningkat pada periode Maret 2026. Dalam hal ini, ketimpangan ekonomi di perkotaan jauh lebih tinggi dibandingkan perdesaan. 

BPS mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan rasio gini (Gini Ratio) mengalami kenaikan pada Maret 2026. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud melaporkan rasio gini tercatat 0,368, naik dibandingkan 0,363 pada September 2025. 

Kenaikan tersebut menunjukkan ketimpangan pengeluaran masyarakat melebar dalam enam bulan terakhir. "Pada bulan Maret 2026, ketimpangan di Indonesia tercatat 0,368 atau naik 0,005 poin dari September 2025," kata Edy dalam Konferensi Pers, Rabu (5/8/2026).


Berdasarkan wilayah, ketimpangan di perkotaan masih jauh lebih tinggi dibandingkan perdesaan. Pada Maret 2026, rasio gini di perkotaan mencapai 0,387, naik dari 0,383 pada September 2025. Sementara di perdesaan, rasio gini meningkat tipis menjadi 0,296 dari 0,295 pada periode yang sama.

BPS menjelaskan, nilai rasio gini berada pada rentang 0 hingga 1, di mana semakin tinggi nilainya menunjukkan tingkat ketimpangan pengeluaran yang semakin besar.