Proyek PLTA 11,7 GW di RUPTL PLN Butuh Investasi Rp627 Triliun
Sabrina Mulia Rhamadanty
05 August 2026 16:20

Bloomberg Technoz, Jakarta – Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar mengungkapkan pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025—2034 sebesar 11,7 gigawatt (GW) membutuhkan investasi sekitar US$35 miliar atau setara Rp627,58 triliun.
"Estimasi kebutuhan investasi untuk 11.000 MW atau 11 GW PLTA itu mencapai kurang lebih US$35 miliar, dengan asumsi biaya 1 MW investasinya US$3 juta,” ungkap Suroso dalam agenda Indonesia Hydropower Summit 2026, Rabu (5/8/2026).
Menurut Suroso, total proyek yang akan dikembangkan mencapai 315 proyek yang dikerjakan oleh peladen swasta atau independent power producer (IPP), PLN, dan subholding PLN.
Berdasarkan catatan PLN, proyek yang sudah mencapai commercial operation date (COD) hingga saat ini baru sekitar 0,6 GW dari total target 11,7 GW. Sementara itu, proyek dengan kapasitas 2,4 GW masih dalam tahap konstruksi.
Selain itu, proyek berkapasitas 7,6 GW masih berada dalam proses pengadaan, sedangkan sisanya, atau proyek berkapasitas 5,3 GW masih dalam tahap studi kelayakan.

































