Logo Bloomberg Technoz

JPPI: Sekolah Sepi Murid Bukan Cuma Dampak Demografi

Dinda Decembria
05 August 2026 15:10

Ilustrasi Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). (Envato)
Ilustrasi Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai penurunan jumlah murid di sejumlah sekolah negeri tidak semata-mata disebabkan oleh berkurangnya angka kelahiran. Organisasi itu menyebut kondisi tersebut juga mencerminkan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap mutu sekolah negeri.

Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji mengatakan, penurunan jumlah murid merupakan persoalan yang lebih kompleks dibanding sekadar perubahan demografi.

"Penurunan jumlah murid bukan sekadar masalah demografi (penurunan angka kelahiran), melainkan cerminan dari krisis kepercayaan publik terhadap sekolah negeri serta kelemahan tata kelola pemetaan sekolah (school mapping) yang stagnan sejak era Inpres SD," kata Ubaid kepada Bloomberg Technoz, Rabu (05/8/2026).


Pernyataan itu menanggapi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti yang sebelumnya mengungkapkan tiga penyebab sekolah memiliki jumlah murid yang sedikit, yakni penurunan jumlah anak usia sekolah, banyaknya sekolah dasar yang dibangun sejak era Presiden Soeharto, serta kecenderungan keluarga kelas menengah memilih sekolah swasta.

Menurut Ubaid, rencana pemerintah menggabungkan (merger) sekolah yang kekurangan murid juga harus dikaji secara matang dan tidak hanya berorientasi pada efisiensi.