Logo Bloomberg Technoz

Apindo Minta Insentif EV Berbaterai Nikel Diberikan Hulu ke Hilir

Sabrina Mulia Rhamadanty
05 August 2026 12:40

Serbuk baterai dari nikel./Bloomberg-SeongJoon Cho
Serbuk baterai dari nikel./Bloomberg-SeongJoon Cho

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ketua Komite Pertambangan Minerba Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hendra Sinadia berpendapat rencana insentif kendaraan listrik berbasis baterai nickel manganese cobalt (NMC) tidak boleh hanya berfokus pada sektor hilir semata, tetapi komprehensif hingga ke industri hulu. 

"Apindo mengapresiasi keinginan Pak Menteri [ESDM Bahlil Lahadalia]. Insentif tentu sangat diperlukan untuk pengembangan ekosistem industri EV berbasis NMC. Namun, terkait dengan insentif perlu dipertimbangkan dari hulu hingga ke hilir karena ekosistem NMC terintegrasi," ujar Hendra saat dihubungi, Rabu (5/8/2026).

Hendra juga menekankan bentuk insentif yang dibutuhkan para pelaku usaha tidak hanya terbatas pada pembebasan atau keringanan fiskal, tetapi juga mencakup pembenahan regulasi nonfiskal yang selama ini dinilai membebani industri tambang.


"Insentif tidak hanya fiskal tetapi nonfiskal, dan juga termasuk meninjau kembali aturan yang memberatkan sektor hulu seperti proses persetujuan RKAB dan perizinan lainnya," tegasnya.

Paket baterai LG Energy Solution Co. untuk kendaraan listrik (EV) menggunakan teknologi sel-ke-paket./Bloomberg-SeongJoon Cho

Lebih lanjut, Hendra menilai konsistensi dukungan di sektor hulu sangat krusial mengingat pemerintah Indonesia sejatinya telah mengucurkan berbagai stimulus menarik di sektor hilir.