Logo Bloomberg Technoz

IHSG Tembus Resistance 6.300, Saham-saham Ini Jadi Pemicunya

Muhammad Julian Fadli
04 August 2026 18:09

Karyawan melhat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Karyawan melhat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan Selasa (4/8/2026) kenaikannya amat optimistis hingga ditutup di atas level resistance 6.300. Pada tutup dagang, IHSG mencatat penguatan 1,37% di posisi 6.319.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) memperhitungkan nilai perdagangan mencapai Rp13 triliun dari sejumlah 33,51 miliar saham yang berhasil diperjualbelikan. Sepanjang hari ini IHSG amat solid di zona hijau dengan rentang perdagangan berlangsung pada area level 6.238 sampai dengan tertingginya 6.319.

IHSG Penutupan Sesi II pada Selasa 4 Agustus 2026 (Bloomberg)

Sejumlah saham menjadi pemicu utama penguatan IHSG. Saham–saham properti, saham barang baku, dan saham transportasi mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing melesat 2,71%, 2,16% dan 1,58%.


Berdasarkan data Bloomberg, lesatan IHSG di zona hijau tak lepas dari kenaikan sejumlah saham big caps terutama saham BBCA, saham BMRI, BBRI, hingga saham BBNI yang menopang penuh hijaunya IHSG.

Saham Bank BCA (BBCA) berhasil menguat 3,17% di level Rp6.500/saham. Lebih potensial, saham Bank BNI (BBNI) mencatatkan kenaikan 3,98% hingga ditutup di posisi Rp3.660/saham. Bersamaan dengan saham Bank Mandiri (BMRI) yang melejit 2,16% di posisi Rp4.260/saham.