Logo Bloomberg Technoz

85 Laporan Surveyor Mineral Ikutan LTJ Dipastikan Telah Terbit

Sabrina Mulia Rhamadanty
03 August 2026 09:50

Segenggam batuan yang mengandung unsur tanah jarang di Mountain Pass, California, AS./Bloomberg-Jacob Kepler
Segenggam batuan yang mengandung unsur tanah jarang di Mountain Pass, California, AS./Bloomberg-Jacob Kepler

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kantor Staf Presiden (KSP) memastikan sebanyak 85 laporan surveyor (surveyor report) terkait mineral ikutan Logam Tanah Jarang (LTJ) yang sempat tertunda kini telah resmi diterbitkan. Penundaan tersebut sebelumnya terjadi karena adanya indikasi kandungan mineral ikutan pada komoditas ekspor.

Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman menyampaikan kepastian tersebut dalam konferensi pers Progres Penanganan Tata Kelola Ekspor Mineral Kritis Logam Tanah Jarang (LTJ) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/8/2026).

"Hasil komunikasi KSP pada Jumat (31/7/2026) dengan berbagai pihak terkait memberikan kepastian bahwa PT Sucofindo dapat menerbitkan 85 laporan surveyor yang sempat tertunda tersebut," ujar Dudung.


Adapun, mayoritas laporan surveyor yang tertunda berasal dari perusahaan eksportir komoditas, antara lain alumina, tembaga, katode, dan komoditas turunan dari nikel. 

"Kami juga melaporkan produk pertambangan yang mengandung unsur radioaktif alami juga tetap dapat diekspor sepanjang kandungan tergolong Naturally Occurring Radioactive Material atau NORM, serta memenuhi persyaratan pengujian keselamatan dan pengawasan sesuai ketentuan," jelasnya.