Ekspor Logam Masih Macet, 120 Laporan Surveyor Tertahan Isu LTJ
Sabrina Mulia Rhamadanty
29 July 2026 13:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesi (FINI) Arif Perdana Kusuma mengungkapkan aktivitas ekspor berbagai komoditas logam nasional belum sepenuhnya berjalan lancar karena sebanyak 120 laporan surveyor (LS) tercatat masih tertahan dan belum terbit.
Penyebabnya adalah akibat belum jelasnya regulasi pengujian kandungan logam tanah jarang (LTJ) sebagai unsur ikutan logam-logam yang akan diekspor Indonesia.
Arif menyampaikan bahwa 120 LS yang belum tuntas tersebut berasal dari berbagai komoditas hasil operasional pertambangan di Sulawesi, Kalimantan Barat, hingga Bangka Belitung.
"Per hari ini, Rabu, 29 Juli 2026, kami mendapatkan informasi bahwa masih ada sekitar 120 LS yang belum terbit," ungkap Arif dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/7/2026).
“Kendala ini melibatkan sejumlah lembaga surveyor penilai, di antaranya Anindya, Carsurin, Sucofindo, Tribhakti, dan Geo Services,” tambahnya.






























