Logo Bloomberg Technoz

MoraRepublic Perluas Jaringan Internet lewat FTTH dan FWA


(Dok. Ist)
(Dok. Ist)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perkembangan kebutuhan internet di Indonesia mendorong hadirnya layanan konektivitas yang semakin adaptif terhadap karakteristik penggunaan masyarakat. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic), yang terbentuk melalui penggabungan PT Mora Telematika Indonesia Tbk dan PT Eka Mas Republik, menghadirkan portofolio layanan retail melalui sinergi MyRepublic Fiber, Oxygen.id, dan MyRepublic Air yang mengombinasikan teknologi Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA). Strategi tersebut disampaikan dalam talkshow Dialog NTV Today di Nusantara TV oleh Vice President Retail MyRepublic Dwi Agung Susilakarma dan Vice President Retail Business Oxygen.id Yance Arliansyah.

Menurut Dwi Agung, meningkatnya aktivitas digital turut mendorong perubahan ekspektasi pelanggan terhadap layanan internet. Masyarakat kini membutuhkan koneksi yang tidak hanya cepat, tetapi juga stabil, mudah diakses, dan mampu mendukung penggunaan berbagai perangkat secara bersamaan. Hingga 30 April 2026, MoraRepublic telah melayani lebih dari 2,6 juta pelanggan retail, yang mencerminkan tingginya kebutuhan terhadap konektivitas berkualitas.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, MoraRepublic menghadirkan portofolio layanan retail yang saling melengkapi melalui MyRepublic Fiber, Oxygen.id, dan MyRepublic Air. Ketiga layanan tersebut mengombinasikan teknologi Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA) sehingga pelanggan memiliki lebih banyak pilihan layanan sesuai kebutuhan dan karakteristik penggunaan.


MyRepublic Fiber dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang mengutamakan performa tinggi dengan pilihan kecepatan hingga 1 Gbps. Sementara itu, MyRepublic Air menghadirkan fleksibilitas melalui teknologi FWA untuk memperluas jangkauan layanan di berbagai wilayah. Di sisi lain, Oxygen.id melengkapi portofolio retail dengan layanan FTTH yang berfokus pada kebutuhan pelanggan residensial maupun pelaku usaha, termasuk penyediaan solusi bisnis bagi segmen usaha kecil dan menengah (UKM).

Yance Arliansyah menjelaskan bahwa ketiga layanan tersebut dikembangkan sebagai portofolio yang saling melengkapi sehingga mampu memberikan pilihan konektivitas yang lebih komprehensif bagi pelanggan. Melalui pendekatan tersebut, pelanggan dapat memperoleh layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan maupun lokasi mereka.