Logo Bloomberg Technoz

Bagi investor, pergantian figur di pucuk BI bukan sekadar isu birokrasi, tetapi berkaitan langsung dengan kredibilitas institusi yang selama ini jadi jangkar stabilitas nilai tukar rupiah. 

Reaksi pasar pun terlihat hampir serempak. Rupiah melemah, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) naik di sebagian besar tenor, termasuk tenor acuan 10 tahun naik 2 bps menjadi 7,37%, sementara premi risiko Indonesia yang tercermin pada Credit Default Swap (CDS) juga bertahan di 93,34. 

Ketiganya menunjukkan investor mulai meminta kompensasi risiko yang lebih tinggi sambil menunggu kejelasan mengenai kepemimpinan BI.

Sebagian besar analis dan ekonom sebenarnya tidak melihat pengunduran diri Perry sebagai pemicu perubahan kebijakan secara langsung. Sebaliknya mereka menilai ketidakpastian selama masa transisi kepemimpinan menjadi risiko terbesar yang harus dihadapi pasar.

Selain itu, yang menjadi perhatian bukan siapa sosok gubernur berikutnya, melainkan apakah independensi Bank Indonesia tetap terjaga dan arah kebijakan moneter tetap konsisten.

Di tengah kondisi dan sentimen di awal pekan ini, pelemahan rupiah kali ini, sepertinya bukan hanya mencerminkan respons terhadap gejolak eksternal. Pasar juga sedang memberi harga pada faktor yang lebih fundamental, yakni kepercayaan.

(dsp/aji)

No more pages