“Anda memiliki momentum jangka pendek yang akan mengantarkan Anda ke fundamental jangka panjang,” kata Goldberg dalam wawancara di Bloomberg Television.
Harga saham Intel telah naik lebih dari dua kali lipat tahun ini sebelum laporan dirilis, didorong oleh meningkatnya keyakinan terhadap rencana kebangkitan Intel.
CEO Lip-Bu Tan, yang mengambil alih kepemimpinan tahun lalu, sedang berupaya memposisikan Intel sebagai salah satu pihak yang paling diuntungkan dari belanja di bidang kecerdasan buatan (AI).
Walaupun Nvidia Corp. tetap menjadi penyedia utama chip akselerator—yang membantu pengembangan dan pengoperasian model AI—perluasan industri ini secara lebih luas telah mendorong permintaan terhadap berbagai jenis semikonduktor. Hal itu mencakup unit CPU milik Intel.
Di pusat data, “CPU sedang melesat. Permintaan melampaui pasokan kami yang terus meningkat, dan itu adalah masalah yang baik untuk dihadapi,” kata Tan dalam sebuah wawancara.
Intel juga membuat kemajuan dalam meningkatkan produksinya, kata Tan. Hal itu membantunya memenuhi lebih banyak pesanan dan meningkatkan peluang bahwa perusahaan lain akan memilih Intel untuk produksi yang dialihdayakan.
Tan menolak membahas kesepakatan pelanggan secara spesifik, selain mengatakan ada “beberapa kerja sama,” dan menyatakan perusahaan seharusnya mulai menunjukkan kemajuan di bidang tersebut pada awal tahun depan.
Perusahaan yang berbasis di Santa Clara, California, AS, ini meningkatkan pengeluaran untuk peralatan guna memastikan kemampuannya memenuhi permintaan, baik untuk chip miliknya sendiri maupun produk yang diproduksi untuk pihak lain.
CFO Dave Zinsner mengatakan bahwa perusahaan, yang sebelumnya berencana mengurangi belanja modal dibandingkan tahun sebelumnya, kini berkomitmen untuk menaikkan anggarannya — sesuatu yang kemungkinan besar juga akan dilakukan tahun depan. Belanja modal tahun ini akan mencapai sekitar US$20 miliar, tegas dia.
Pada kuartal kedua, pendapatan naik 25% menjadi US$16,1 miliar. Laba per saham mencapai 42 sen, tidak termasuk beberapa pos tertentu. Para analis memperkirakan penjualan sebesar US$14,4 miliar dan laba per saham rata-rata 21 sen, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.
Tan telah menghabiskan sebagian besar waktu tahun lalu untuk memperbaiki kesehatan keuangan Intel. Upaya tersebut termasuk menarik investasi dari pemerintah federal, Nvidia, dan SoftBank Group Corp. Melalui kesepakatan tidak konvensional yang dimediasi oleh Gedung Putih pada bulan Agustus, AS kini menjadi salah satu pendukung terbesar produsen chip tersebut.
Intel dipandang sebagai kunci untuk mengembalikan manufaktur chip ke tanah Amerika, setelah selama beberapa dekade beralih ke Asia. Intel memiliki rencana untuk membangun fasilitas manufaktur besar-besaran di Ohio, meskipun proyek tersebut telah berulang kali tertunda.
Di bawah kepemimpinan para pendahulu Tan, Intel kehilangan keunggulan teknologinya dalam bidang manufaktur dan gagal memanfaatkan demam AI. Pengeluaran yang besar dan pangsa pasar yang terus menurun menyebabkan kerugian miliaran dolar AS.
Sejak saat itu, pergeseran prioritas di industri AI telah menjadi berkah bagi Intel. Perusahaan-perusahaan kini kurang berfokus pada pelatihan model AI dan lebih berkonsentrasi pada pengoperasian sistem. Artinya, mikroprosesor serba guna — andalan utama Intel — kembali diminati.
(bbn)

































