Dari sisi fiskal, penerimaan dan belanja negara sama-sama mengalami akselerasi sehingga memberikan ruang bagi pemerintah menjalankan berbagai program prioritas dengan tetap menjaga disiplin fiskal.
Sementara itu, inflasi masih berada di kisaran sasaran sekitar 3%, sedangkan kebijakan moneter tetap diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan. Riduan menyebut, kombinasi kebijakan tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor riil.
"Dengan fundamental tersebut, kami berharap nilai tukar rupiah dapat melanjutkan tren penguatan sepanjang semester ke-2 2026 ini sehingga semakin memperkuat kepercayaan pelaku usaha maupun investor terhadap prospek ekonomi Indonesia,” ujar dia.
Lebih lanjut, berbagai tantangan tersebut tidak mengubah komitmen Bank Mandiri untuk tetap menjalankan fungsi intermediasi secara optimal. Perseroan akan melanjutkan strategi pertumbuhan berbasis ekosistem, mempercepat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas pembiayaan ke sektor-sektor produktif, termasuk UMKM.
(cpa/ell)































