Logo Bloomberg Technoz

Data Tenaga Kerja AS Kuat, Harga Emas Turun 2,4%

News
05 September 2026 08:00

Ilustrasi ETF Emas (Envato)
Ilustrasi ETF Emas (Envato)

Jack Ryan, Yihui Xie dan Yvonne Yue Li - Bloomberg News

Bloomberg, Harga emas turun setelah kenaikan jumlah tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan mendorong taruhan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan terpaksa menaikkan suku bunga tahun ini.

Harga emas spot turun sebanyak 2,4% sebelum diperdagangkan di kisaran US$4.400 per troy ounce, setelah pertumbuhan lapangan kerja AS pada Agustus melampaui perkiraan dan tingkat pengangguran bertahan stabil. Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian akibat perang Iran dan tekanan harga lainnya.


Trader meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga pada September, dengan memperkirakan peluangnya sekitar 60%, naik dari sekitar 50% pada awal sesi. Indeks dolar AS melonjak terhadap mata uang utama lainnya setelah data dirilis, begitu pula imbal hasil Treasury AS bertenor dua tahun. Biaya pinjaman yang lebih tinggi menjadi hambatan bagi emas, begitu juga dengan penguatan dolar AS. Harga tembaga juga sempat turun sebelum menghapus kerugiannya.

“Penurunan harga emas hari ini sebagian besar merupakan respons terhadap kejutan positif dari data tenaga kerja AS. Data tersebut mendorong imbal hasil obligasi dan dolar lebih tinggi, sekaligus membuat pasar memperkirakan peluang pengetatan kebijakan The Fed lebih lanjut yang lebih besar. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang lebih menantang bagi emas,” kata Ewa Manthey, ahli strategi komoditas di ING Bank.