Logo Bloomberg Technoz

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat terdampak di Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro. Kami memastikan seluruh tim bekerja maksimal di lapangan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital ini demi terwujudnya konektivitas yang berkualitas di seluruh pelosok Indonesia," ujar Darien.

Selama proses restorasi berlangsung, BAKTI mengoptimalkan 286 titik layanan akses internet yang telah beroperasi di wilayah terdampak melalui satelit SATRIA-1.

Upaya pemulihan kerusakan sebagian pada kabel bawah laut Palapa Ring. dok Komdigi

Titik layanan tersebut terdiri atas 106 lokasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, 48 lokasi di Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan 132 lokasi di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Optimalisasi dilakukan dengan meningkatkan kapasitas bandwidth menjadi 50 megabit per detik (Mbps), 100 Mbps, hingga 150 Mbps sesuai kebutuhan masing-masing lokasi.

Titik akses internet tersebut tersebar di fasilitas publik seperti kantor pemerintahan, sekolah, puskesmas, rumah sakit, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan.

Menurut BAKTI, tim teknis juga terus memantau kualitas layanan agar aktivitas komunikasi digital masyarakat tetap berjalan selama proses perbaikan berlangsung.

Dalam rencana kerja terbaru yang disusun bersama Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, PT Len Telekomunikasi Indonesia, PT Surveyor Indonesia, operator telekomunikasi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya, kapal perbaikan dijadwalkan berangkat dari Bitung menuju Morotai pada 28 Juli 2026 setelah seluruh dokumen administrasi dan izin pelayaran rampung.

BAKTI memperkirakan proses teknis akan memasuki periode kritis berupa pemutusan layanan selama sekitar 12 hari. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, jaringan Palapa Ring Tengah segmen Melonguane–Morotai ditargetkan kembali beroperasi penuh atau ready for service pada 11 Agustus 2026.

(fik/wep)

No more pages