Logo Bloomberg Technoz

Registrasi Biometrik SIM Telkomsel-Indosat-XLSMART Capai 10 Juta

Muhammad Fikri
23 July 2026 16:35

Petugas membantu pelanggan saat memasukkan kartu sim ke hp di Jakarta, Rabu (1/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas membantu pelanggan saat memasukkan kartu sim ke hp di Jakarta, Rabu (1/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Jumlah pelanggan baru yang telah melakukan registrasi kartu SIM menggunakan verifikasi biometrik mencapai 10,03 juta pengguna hingga 22 Juli 2026. Kendati demikian, angka tersebut baru mencakup 3,45% dari total 291,16 juta pelanggan seluler aktif di Indonesia per Juni 2026, sehingga pemerintah meminta operator mempercepat implementasi registrasi tersebut.

Berdasarkan dashboard bersama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) mencatat registrasi biometrik terbanyak dengan 3.900.514 pelanggan, disusul PT Telkomsel sebanyak 3.345.107 pelanggan, serta PT XLSmart Telecom Sejahtera sebanyak 2.785.479 pelanggan. Total registrasi pada tiga operator tersebut mencapai 10.031.100 pelanggan.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan capaian tersebut diraih sekitar satu bulan setelah implementasi penuh registrasi SIM berbasis biometrik diberlakukan pada Juli 2026. "Sehingga secara keseluruhan, hingga hari ini terdapat sekitar 10 juta pelanggan baru yang telah melakukan registrasi menggunakan data biometrik. Insya Allah ini berarti identitas mereka menjadi jauh lebih aman," ujar Meutya di Jakarta, Kamis (23/7/2026).


Menurut Meutya, registrasi berbasis biometrik memungkinkan sistem mendeteksi apabila satu identitas digunakan untuk mengaktifkan lebih dari satu nomor secara tidak semestinya. Dengan demikian, pemerintah berharap penyalahgunaan identitas untuk berbagai bentuk kejahatan digital dapat ditekan.

Menkomdigi Meutya Hafid dalam acara evaluasi implementasi registrasi SIM biometrik (Bloomberg Technoz/Fikri)

"Melalui biometrik, sistem juga dapat langsung mendeteksi apabila satu identitas digunakan untuk mengaktifkan nomor lain. Inilah salah satu bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat, khususnya para pengguna layanan seluler," katanya.