"Yang saat ini kurang dan masih mengajukan impor itu kan jagung pangan, yang mana jagung pangan ini butuh proses penanganan pascapanen yang bagus, yang sesuai, karena memang spesifikasinya lebih tinggi daripada jagung pakan, begitu," jelasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), per awal Februari lalu, diketahui bahwa luas panen jagung pipilan pada 2025 mencapai 2,71 juta hektare, meningkat 6,35% atau bertambah 0,16 juta hektare dibandingkan realisasi 2024 seluas 2,55 juta hektare.
Sejalan dengan itu, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% juga naik 6,74% menjadi 16,16 juta ton pada 2025, dari 15,14 juta ton pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, pada periode Januari-Maret 2026, BPS memperkirakan luas panen jagung pipilan mencapai 0,86 juta hektare dengan potensi produksi jagung pipilan kering berkadar air 14% sebesar 4,94 juta ton.
Lebih lanjut, meski jagung pakan ternak disebut telah mencapai swasembada, tetapi Sholahuddin mengingatkan tantangan berikutnya adalah memastikan ketersediaan pasokan sepanjang tahun melalui pengelolaan stok yang lebih baik.
Dia menilai pemerintah perlu memastikan cadangan jagung yang dikelola Perum Bulog maupun stok bahan baku di industri tetap terjaga, terutama saat memasuki periode jeda produksi menjelang musim tanam.
"Sehingga di saat akhir tahun di mana jagung tidak lagi ada produksi karena lagi persiapan tanam atau lagi tanam kita tidak kesulitan stok lagi," tuturnya.
Presiden Prabowo dalam taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresiden di awal pekan ini menegaskan bawah Indonesia telah berhasil mencatatkan beberapa capaian strategis salah satunya swasembada delapan komoditas pangan.
Ia juga menilai capaian-capaian yang telah dicapai Indonesia saat ini menjadi bukti bahwa RI telah mampu memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah kondisi dunia yang menghadapi ancaman krisis pangan akibat konflik dan perubahan iklim.
"Dunia sedang perang. Banyak negara risau dan panik menghadapi masalah pangan. Kita sudah lebih dahulu memperkuat ketahanan pangan kita," ujar Prabowo.
(ain)































