Logo Bloomberg Technoz

Bioetanol E20 Ditarget 2028, Lebih Cocok Pakai Sorgum atau Tebu?

Sabrina Mulia Rhamadanty
28 July 2026 09:10

Nampan berisi berbagai jenis sorgum dipajang di pasar grosir di India. (Fotografer: Dhiraj Singh/Bloomberg)
Nampan berisi berbagai jenis sorgum dipajang di pasar grosir di India. (Fotografer: Dhiraj Singh/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta Indonesia dinilai lebih baik memanfaatkan sorgum ketimbang tebu atau singkong atau jagung sebagai bahan baku bioetanol dalam mendukung program mandatori E20 yang ditargetkan pada 2028.

Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS) sekaligus pengamat energi Universitas Indonesia (UI) Ali Ahmudi mengatakan rencana penggunaan komoditas pangan seperti tebu, jagung, dan singkong untuk kebutuhan energi berisiko tinggi mengganggu ketahanan pangan nasional serta memicu lonjakan impor.

"Kalau hanya menggunakan tiga material yang sangat erat hubungannya dengan pangan, saya pesimistis. Tebu, jagung, dan singkong itu kan makanan orang semua dan makanan ternak," tegas Ali saat dihubungi, Selasa (28/7/2026).


Keterbatasan Produksi

Di sisi lain, Ali menyoroti keterbatasan produksi tebu nasional saat ini. Industri gula dalam negeri bahkan masih kesulitan memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik gula yang ada.

Ilustrasi lahan tebu./Bloomberg-Valeria Mongelli