"Mohon teman-teman media menyampaikan informasi secara utuh, jangan dipotong-potong, karena akhirnya menjadi viral dengan makna yang berbeda," ujarnya.
Trenggono kembali menegaskan bahwa penghentian tersebut hanya berlaku untuk penambahan titik layanan baru agar BGN dapat melakukan pembenahan sistem dan tata kelola pelaksanaan program.
"Sekali lagi, kami hanya menghentikan sementara penambahan titik layanan agar proses pembenahan bisa dilakukan," kata dia.
Meski demikian, operasional Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sebagaimana mestinya sesuai arahan Presiden. "Operasional program tetap berjalan sesuai arahan Bapak Presiden," ujar Trenggono.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan penghentian sementara penambahan layanan pada lebih dari 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia sebagai bagian dari evaluasi dan penataan ulang tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7), Wakil Kepala BGN Trenggono menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bersifat sementara dan bukan penghentian permanen terhadap program MBG.
"Kemarin, keluhan dari mitra, ya datang ke sini untuk menyampaikan unek-uneknya dan sebagainya. Ada yang ditanyakan juga tadi dari Komisi IX. Yang jelas, kita menjawab bahwa penghentian sementara ini bukan seterusnya, jadi penghentian sementara. Kita berikan waktu dong untuk menata kembali," kata Trenggono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.
(dec/spt)





























