Logo Bloomberg Technoz

BGN Ungkap Penyebab Keracunan MBG di Sidoarjo

Dinda Decembria
04 September 2026 16:40

MBG Distop Sementara Saat Awal Puasa dan Lebaran 2026. (Diolah dari Berbagai Sumber)
MBG Distop Sementara Saat Awal Puasa dan Lebaran 2026. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap dugaan penyebab kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo, Jawa Timur. Kepala BGN Sudaryono menyebut adanya kelalaian dalam pelabelan waktu kedatangan makanan matang hingga distribusi makanan yang melewati batas waktu aman untuk dikonsumsi.

Sudaryono mengatakan hasil pengecekan di lapangan dan melalui sistem Radar MBG menunjukkan ahli gizi dan kepala dapur tidak memberikan label pada seluruh ompreng atau wadah makanan. Label hanya ditempel pada satu ompreng untuk satu PIC, kemudian difoto dan dimasukkan ke dalam sistem.

"Kasus keracunan di Sidoarjo sudah kami cek kronologinya. Kami juga sudah cek di Radar MBG. Ternyata ahli gizi dan kepala dapur tidak melabeli semua ompreng. Hanya diberikan satu label untuk satu PIC," kata Sudaryono, Kamis (3/9/2026).


Menurut dia, pelanggaran juga terjadi pada pencatatan waktu makanan matang. Berdasarkan ketentuan BGN, makanan yang matang pada pukul 05.00 WIB harus dikonsumsi sebelum pukul 09.00 WIB karena batas keamanan makanan adalah maksimal empat jam setelah matang.

Namun, pada pelabelan pada kasus Sidoarjo, makanan tersebut dilaporkan matang pada pukul 08.00 WIB dan dinyatakan dapat dikonsumsi hingga pukul 10.00 WIB.