Logo Bloomberg Technoz

Kendati demikian, sepanjang tahun ini para pejabat The Fed masih memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan. Para investor pun bertaruh bahwa bank sentral akan kembali menahan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 28-29 Juli mendatang.

Setelah pecahnya perang antara AS dan Iran memicu lonjakan tajam harga energi dalam beberapa bulan terakhir, data ekonomi yang dirilis pekan ini menunjukkan adanya sedikit penurunan pada inflasi konsumen sepanjang bulan Juni, seiring dengan merosotnya harga bahan bakar.

“Penurunan inflasi selama satu bulan saja tidaklah cukup. Sudah saatnya kita menuntaskan pekerjaan untuk memulihkan stabilitas harga ini,” tegas Logan.

Logan, yang memiliki hak suara tahun ini dalam Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), tetap memperhitungkan kemungkinan adanya skenario inflasi yang lebih positif. Ia merujuk pada data inflasi Juni dan menyebut bahwa pertumbuhan harga secara keseluruhan masih bisa melandai jika biaya perumahan serta sektor jasa non-perumahan terus mengalami penurunan.

“Namun, jalur tersebut masih sangat rapuh. Skenario itu sangat bergantung pada kemampuan kita menghindari tekanan harga lebih lanjut dari gejolak sektor energi dalam jangka pendek, serta dari penguatan permintaan dalam jangka menengah. Untuk saat ini, hal itu lebih merupakan sebuah harapan ketimbang peluang yang pasti terjadi,” ungkapnya.

Berbicara dalam kesempatan terpisah pada hari Kamis, Gubernur The Fed Kansas City, Jeff Schmid, turut menyuarakan kekhawatirannya terkait tekanan harga-harga komoditas.

“Perhatian utama saya adalah inflasi, yang saat ini terlalu panas dan telah berada di atas target dalam waktu yang terlalu lama,” ujar Schmid dalam sebuah acara di Nebraska. “Oleh karena itu, fokus saya tetap tertuju pada inflasi dalam menentukan arah kebijakan yang tepat.”

Dampak Kecerdasan Buatan (AI)

Logan juga memberikan pandangannya terkait tren lonjakan kecerdasan buatan (AI). Fenomena ini tengah mendorong tingginya permintaan investasi untuk produk cip komputer serta komponen pendukung lainnya, sekaligus memicu perdebatan di internal pejabat The Fed mengenai potensi efek inflasi yang ditimbulkannya.

“AI dan teknologi baru lainnya pada akhirnya memang dapat menghasilkan lonjakan produktivitas dan memungkinkan perekonomian untuk memasok lebih banyak barang dan jasa,” kata Logan. “Namun, potensi ukuran dan waktu dari keuntungan tersebut masih belum pasti. Sementara itu, efek permintaannya sudah terjadi saat ini. Dan ketika permintaan melebihi pasokan, hasilnya adalah harga-harga yang lebih tinggi.”

Di sisi lain, Gubernur The Fed Kevin Warsh hingga kini belum memberikan sinyal ke mana arah suku bunga acuan akan melangkah. Meski demikian, awal pekan ini ia sempat menolak anggapan bahwa masifnya investasi di sektor AI akan secara otomatis memicu lonjakan inflasi.

(bbn)

No more pages