Sempat Lesu, Rupiah Balik Arah ke Bawah Rp18.000/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
17 July 2026 09:24

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Jumat (17/7/2026) dengan pelemahan 0,26% ke posisi Rp18.031/US$, seiring rupiah di pasar offshore kembali terdepresiasi 0,08% ke posisi Rp18.017/US$. Namun, pada 09:14 WIB rupiah berbalik menguat terbatas 0,09% menjadi Rp17.969/US$.
Sementara itu, kenaikan harga minyak mentah masih membayangi pergerakan mata uang Asia, termasuk rupiah. Baht Thailand melemah 0,24%, disusul ringgit Malaysia 0,18%, dolar Taiwan, yuan offshore, dolar Singapura, yen Jepang, yuan China, dan dolar Hong Kong.
Sebaliknya, hanya rupiah dan peso Filipina yang menguat terbatas 0,06%.
Harga minyak Brent kembali naik 1,01% ke US$85,08/barel dipicu oleh ketidakpastian geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Dari sisi domestik, perhatian pasar kembali tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. BI diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6% pada pertemuan pekan depan.





























