AS Serang Iran Lagi, Lalu Lintas Selat Hormuz Kian Lesu
News
17 July 2026 05:30

Omar Tamo dan Prejula Prem - Bloomberg News
Bloomberg, Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran pada Kamis (16/7), menandai hari kelima berturut-turut aksi militer tersebut, ketika konflik di Timur Tengah terus meningkat dan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz—jalur pelayaran energi paling vital di dunia—terus menurun.
Serangan terbaru AS dimulai pada pukul 14.00 waktu Timur AS (ET), menurut Komando Pusat AS (US Central Command/CENTCOM), dengan sasaran untuk "semakin melemahkan kemampuan militer Iran." Serangan ini menyusul serangan sebelumnya yang menghantam sebuah kapal tanker minyak di dekat terminal ekspor utama Iran.
Iran membalas serangan tersebut dengan meluncurkan serangan ke pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Yordania. Angkatan Bersenjata Kuwait mengatakan berhasil mencegat 32 drone serang Iran yang menargetkan infrastruktur vital di negara itu. Namun, puing-puing drone yang jatuh menyebabkan kerusakan di sejumlah kawasan permukiman.
Harga minyak mentah AS (West Texas Intermediate/WTI) ditutup turun sekitar 1% ke kisaran US$79 per barel, sementara minyak Brent melemah sekitar 1% dan berakhir di sekitar US$84 per barel. Meski demikian, kedua acuan harga minyak tersebut masih mencatat kenaikan lebih dari 10% sepanjang pekan ini akibat kembali memanasnya konflik.



























