Logo Bloomberg Technoz

IHSG Menguat 1% Berkat Inflasi AS dan Sikap The Fed

Muhammad Julian Fadli
16 July 2026 17:55

Layar pergerakan saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (9/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Layar pergerakan saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (9/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan dengan penguatan optimistis, hingga menjadi yang tertinggi di Bursa Asia. Sentimen inflasi Negeri Paman Sam yang melandai memicu sikap dovish Federal Reserve (The Fed) di sisa tahun ini, jadi katalisnya.

Pada Kamis (16/7/2026), IHSG ditutup di posisi 6.108 pada penutupan perdagangan, menguat 1,1% dibanding dengan hari sebelumnya.

IHSG Penutupan Sesi II pada Kamis 16 Juli 2026 (Bloomberg)

Posisi tertinggi IHSG hari ini ada di level penutupan 6.108 sedang terendah di 6.024. Volume perdagangan tercatat melibatkan 30,6 miliar saham. Nilai perdagangan mencapai Rp13,41 triliun dengan frekuensi yang terjadi 2,31 juta kali.


Adapun 372 saham mengalami penguatan terbaiknya, dan ada 238 saham melemah. Sisanya 185 saham enggan melaju alias stagnan.

Sejumlah saham menjadi pendorong IHSG melesat pada penutupan perdagangan. Saham–saham teknologi, saham barang baku, dan saham properti mencatatkan penguatan paling luar biasa, dengan masing–masing melesat mencapai 1,94%, 1,56% dan 1,31%.