Logo Bloomberg Technoz

Ratusan Ekonom Desak Antisipasi Dampak AI, Cemas Gelombang PHK

Muhammad Fikri
16 July 2026 19:30

Posisi pekerja kantoran rawan terkena PHK, perannya digantikan AI. dok: Bloomberg
Posisi pekerja kantoran rawan terkena PHK, perannya digantikan AI. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lebih dari 200 ekonom dan peneliti kecerdasan buatan (AI) memperingatkan perlunya langkah cepat untuk mengantisipasi dampak ekonomi dari perkembangan AI. Mereka menilai teknologi tersebut berpotensi mengubah perekonomian global secara drastis sekaligus memicu penggantian tenaga kerja dalam skala besar.

Peringatan yang disampaikan melalui surat terbuka yang dirilis Stanford Digital Economy Lab tersebut telah ditandatangani lebih dari 200 ekonom dan peneliti AI, termasuk 16 penerima Nobel, serta sejumlah eksekutif perusahaan teknologi seperti Anthropic, Google, dan OpenAI.

Dalam surat itu, para penandatangan menyebut kemampuan AI berpotensi berkembang secara signifikan dalam satu dekade mendatang.


"AI dapat menjadi jauh lebih kuat dalam 10 tahun ke depan. Hal ini dapat mendorong transformasi ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan lebih besar dibanding Revolusi Industri, namun berlangsung dalam waktu yang jauh lebih singkat," tulis surat tersebut, dikutip dari AP, Kamis (16/7/2026).

Mereka menilai perkembangan tersebut membawa peluang berupa peningkatan produktivitas dan standar hidup masyarakat. Namun di sisi lain, AI juga dinilai berisiko memicu perpindahan atau hilangnya pekerjaan dalam skala besar apabila tidak diantisipasi sejak dini.